Inalum Cemas Oversupply Aluminium pada 2033, Kasus Nikel Terulang
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 May 2026 11:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengingatkan terdapat potensi stok aluminium di pasar global melebihi permintaan alias oversupply mulai 2033, jika nantinya Indonesia berpacu menambah kapasitas produksi domestik hingga 14 juta ton per tahun.
Presiden Direktur Inalum Melati Sarnita memprediksi ekspansi yang dilakukan terlalu agresif tanpa penyerapan pasar yang memadai bakal membuat pasar aluminium global menghadapi kondisi oversupply.
Melati juga mengingatkan agar industri aluminium mengontrol produksinya, agar cadangan bauksit Indonesia dapat mencukupi untuk 50 tahun ke depan.
“Karena itu, ekspansi kapasitas harus diselaraskan secara hati-hati dengan permintaan global, pertumbuhan industri hilir, dan juga pengembangan pasar strategis. Di Inalum, kami percaya pertumbuhan berkelanjutan lebih penting dibandingkan dengan pertumbuhan yang tidak terkendali,” kata Melati dalam MetConnex 2026, Selasa (12/5/2026).
Dalam bahan paparannya, dijelaskan suplai aluminium primer Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan dalam satu dekade ke depan.





























