Sebelumnya, Laode menyebut pemerintah akan terus mengakselerasi aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas sebagai upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Langkah ini tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga untuk membuka ruang investasi baru di sektor hulu migas.
Salah satu implementasinya adalah penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Perkasa—hasil Lelang Tahap I Tahun 2025—yang ditandatangani di Jakarta pada Selasa (25/11/2025) saat acara Grand Launching Indonesia’s Oil & Gas Exploration (IOnGE).
Kontrak ditandatangani oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dengan Director TIS Energy (Perkasa) Pte. Ltd., Soh Guan Tian, disaksikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung serta Ketua Satgas Lifting Migas Nanang Abdul Manaf.
WK Perkasa merupakan blok eksplorasi dengan skema cost recovery berjangka 30 tahun.
“Kebijakan baru yang diterapkan pemerintah ini membuat proses penawaran wilayah kerja migas menjadi jauh lebih dinamis. Jika sebelumnya penawaran lelang wilayah kerja migas baru rata-rata hanya berjumlah 10 wilayah kerja per tahun, mulai 2025 jumlahnya meningkat dua kali lipat menjadi 20 wilayah kerja migas per tahun dan bahkan berpotensi lebih tinggi,” ungkap Laode.
(smr/wdh)






























