Logo Bloomberg Technoz

EPC Blok Tuna Segera Dimulai, Paling Cepat Mulai Produksi 2028

Azura Yumna Ramadani Purnama
11 May 2026 18:30

Anjungan pengeboran lepas pantai./Bloomberg- Tim Rue
Anjungan pengeboran lepas pantai./Bloomberg- Tim Rue

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim proses engineering, procurement, and construction (EPC) Blok Tuna bakal dimulai dalam waktu dekat dan ditargetkan dapat onstream paling cepat pada 2028.

Bahlil menjelaskan operator Blok Tuna terdahulu, Harbour Energy Plc, sudah menyelesaikan proses pelepasan hak partisipasi atau participating interest (PI)-nya di Blok Tuna ke Prime Group. Dengan begitu, dia bakal mendorong agar proses EPC dapat dilakukan secara cepat.

Nah itu, kemarin dari Harbour Inggris, itu sudah melepas sebagian sahamnya untuk pengusaha nasional. Jadi saya pikir itu sebentar lagi sudah EPC sudah jalan. Kita targetkan untuk bisa melakukan percepatan produksinya pada 2028, paling lama 2029,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026).


Harbour Energy menandatangani kesepakatan jual beli atau purchase and sale agreement (PSA) untuk menjual seluruh hak partisipasinya di Blok Tuna kepada Prime Group.

Transaksi saham blok migas itu masih bergantung pada persetujuan pemerintah. Kendati demikian, Harbour Energy menargetkan divestasi rampung pada kuartal II-2026.