Logo Bloomberg Technoz

Penjualan PS5 Anjlok Efek Harga Naik, Sony Konfirmasi Garap PS6

Merinda Faradianti
11 May 2026 11:48

PlayStation milik Sony Group Corp. (Bloomberg/Kiyoshi Ota)
PlayStation milik Sony Group Corp. (Bloomberg/Kiyoshi Ota)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penjualan konsol PlayStation 5 atau PS5 milik Sony Group Corp. dilaporkan mengalami penurunan tajam di tengah kenaikan harga perangkat yang terus berlanjut sejak peluncurannya pada 2020.

Penjualan PS5 turun lebih dari 46% secara tahunan. Pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026, Sony hanya menjual sekitar 1,5 juta unit PS5, turun dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,8 juta unit. Penurunan itu terjadi setelah Sony beberapa kali menaikkan harga konsolnya.

Penjualan PS5 setahun penuh juga turun dari 18 juta unit pada periode 2024 menjadi 16,5 juta unit setelah satu tahun berjalan. Meskipun PS5 sekarang telah mencapai 93,7 juta penjualan seumur hidup secara global, itu masih tertinggal dari PS4 selama tahap yang sama dari siklus hidupnya, mengutip laporan Gizmochina, Senin (11/5/2026).


Saat pertama kali dirilis, PS5 Digital Edition dibanderol US$399 atau sekitar Rp6,9 juta, sedangkan versi Disc Edition US$499. Kini, harga kedua model tersebut naik menjadi sekitar US$599 atau sekitar Rp9,8 juta dan US$649 atau sekitar Rp10,6 juta. Kenaikan harga terbaru diumumkan pada Maret 2026 dengan tambahan hampir US$100 dibanding harga awal peluncuran.

Sony menyebut lonjakan harga komponen terutama memori dan chip, menjadi faktor utama yang membebani bisnis PlayStation. CEO Sony Hiroki Totoki mengatakan kenaikan biaya tersebut tidak hanya memengaruhi bisnis hardware, tetapi juga aksesori, langganan, hingga bisnis perangkat software.