Selain itu, berlian asli mampu memantulkan cahaya ke berbagai sisi sehingga tampak sangat berkilau ketika terkena cahaya.
2. Massa Jenis Berlian
Berlian asli mempunyai massa jenis sekitar 3,52 gram/cm³. Nilai tersebut bisa sedikit berbeda, yakni berkisar antara 3,50 hingga 3,53 gram/cm³ tergantung unsur penyusunnya.
Jika nilai massa jenis berada jauh di bawah angka tersebut, maka kemungkinan besar batu tersebut bukan berlian asli.
Tingkat kekerasan berlian juga sangat tinggi, bahkan mencapai angka 10 pada skala Mohs. Hal ini membuat berlian dikenal sebagai salah satu mineral paling keras di dunia.
3. Antigores Tetapi Tidak Sepenuhnya Antipecah
Berlian terkenal memiliki sifat antigores karena tersusun dari karbon murni dengan struktur atom yang sangat kuat.
Meski demikian, berlian asli tetap bisa retak atau pecah apabila terkena benturan keras pada titik tertentu yang disebut cleavage planes.
Karena itu, berlian yang mudah tergores patut dicurigai palsu, tetapi berlian yang pecah belum tentu imitasi.
4. Konduktivitas Panas
Berlian asli merupakan penghantar panas yang sangat baik. Panas yang diterima pada satu bagian akan cepat menyebar ke seluruh permukaan batu.
Sebaliknya, berlian palsu cenderung tidak memiliki konduktivitas panas yang baik sehingga lebih mudah menyimpan panas.
5. Indeks Bias Cahaya
Berlian memiliki indeks bias sebesar 2,42 yang membuat cahaya dibiaskan secara tajam di dalam batu.
Inilah alasan mengapa berlian asli terlihat sangat terang dan berkilau, tetapi tidak sepenuhnya tembus pandang.
Cara Membedakan Berlian Asli dan Palsu
1. Menggunakan Embun Napas
Cara sederhana ini bisa dilakukan tanpa alat khusus. Pegang berlian menggunakan dua jari lalu embuskan napas ke permukaannya hingga muncul embun tipis.
Jika embun langsung menghilang, maka kemungkinan besar berlian tersebut asli. Berlian asli mampu menyebarkan panas dengan cepat sehingga embun tidak bertahan lama.
2. Membandingkan Harga
Harga berlian asli umumnya mahal karena proses pembentukannya membutuhkan waktu sangat panjang dan tekanan tinggi di dalam bumi.
Apabila ada berlian dijual dengan harga terlalu murah dibanding harga pasar, calon pembeli perlu meningkatkan kewaspadaan.
3. Mengamati Bentuk dan Kilau
Berlian asli biasanya memiliki cacat alami berupa inclusion atau blemish yang terbentuk selama proses alamiah.
Sebaliknya, berlian imitasi sering kali tampak terlalu sempurna dengan kilauan warna-warni yang mencolok.
4. Menggunakan Air
Metode lain yang kerap digunakan adalah memasukkan berlian ke dalam gelas berisi air.
Meski banyak dipercaya masyarakat, cara ini sebenarnya kurang akurat karena sebagian besar batu imitasi juga dapat tenggelam di dalam air.
5. Menggunakan Api
Pengujian menggunakan api dilakukan dengan memanaskan berlian sekitar 40 detik lalu memasukkannya ke air dingin.
Berlian asli cenderung lebih tahan terhadap suhu tinggi. Namun, metode ini tetap memiliki risiko merusak batu apabila dilakukan secara ekstrem.
6. Dot Test
Metode dot test dilakukan dengan meletakkan berlian di atas titik kecil pada kertas putih.
Jika titik masih terlihat jelas dari balik berlian, maka batu tersebut kemungkinan bukan berlian asli. Berlian asli akan membiaskan cahaya sehingga titik sulit terlihat.
(seo)



























