Koreksi datang usai harga emas naik dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga melesat 3,72%.
Jadi, wajar saja jika investor tergoda untuk mencairkan cuan. Aksi jual demi meraup keuntungan alias profit taking sepertinya menjadi penyebab koreksi harga emas.
Selain itu, perkembangan di Timur Tengah juga sepertinya jadi penyebab penurunan harga emas. Bloomberg News mengabarkan, Amerika Serikat (AS) menyerang target militer Iran setelah Negeri Persia menembak tiga kapal Negeri Paman Sam yang sedang berlayar di Selat Hormuz.
Eskalasi ini membuat harapan akan perdamaian kembali tergerus. Alhasil, masih sulit untuk berharap harga energi bisa lebih terkendali.
Apabila harga energi terus tinggi, maka dunia akan dihantui oleh ancaman inflasi. Ini membuat bank sentral akan kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan,
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
(aji)






























