Friderica menambahkan, OJK mencermati bahwa pasar modal dalam negeri bergerak dinamis di kuartal pertama tahun ini, seiring peningkatan ketidakpastian global.
“Indek IHSG ditutup 7.048 per 31 Maret 2026 terkoreksi 18,49 persen. Tapi masih naik 8,26% yoy. Lalu, IHSG ditutup menguat pada Selasa, 5 Mei 2026 sebesar 1,22% ke level 7.057,11,” tambahnya.
Sayangnya, jika dibandingkan peningkatan nilai fundraising dan juga jumlah investor pasar, tidak sejalan dengan calon emiten yang antre untuk mencatatkan perdana sahamnya atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.
Dalam data yang diungkap BEI, hingga saat ini baru terdapat total 15 calon emiten yang antre. Yang terbagi dari sektor teknologi, energi, hingga infrastruktur.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 11 perusahaan dalam pipeline tergolong skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar.
Kemudian terdapat empat perusahaan aset skala menengah atau aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sedangkan perusahaan skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar tak ada dalam pipeline.
"Sampai dengan 30 April 2026 telah tercatat 1 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 0,30 triliun," tulis Nyoman dalam laporannya, dikutip Kamis (07/05/2026).
Adapun, detail dari 15 perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
- 3 perusahaan dari sektor konsumer siklikal
- 3 perusahaan dari sektor konsumer non siklikal
- 1 perusahaan dari sektor energi
- 1 perusahaan dari sektor finansial
- 3 perusahaan dari sektor kesehatan
- 1 perusahaan dari sektor industri
- 2 perusahaan dari sektor infrastruktur
- 2 perusahaan dari sektor teknologi
Adapun, hingga 30 April 2026 telah terdapat tiga perusahaan yang telah menerbitkan rights issue dengan total Rp 3,75 triliun. Ia menyebut masih terdapat satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI, yaitu dari perusahaan dari sektor properti dan real estate.
Jika dibandingkan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sepanjang tahun 2025 tercatat total 26 emiten baru yang melakukan IPO dengan total dana Rp18,11 triliun.
(lav)





























