“Pekan Olahraga dan Seni ini adalah inisiasi sekaligus program kerja nyata dari SP Pegadaian Kanwil SulselBarRa Maluku. Melalui momentum Hari Buruh, kami ingin menghadirkan ruang inklusif bagi seluruh keluarga besar Pegadaian baik karyawan tetap maupun tenaga outsourcing untuk memperkuat tali persaudaraan dan semangat kolaborasi demi kemajuan perusahaan,” jelas Yasir.
Menurutnya, peringatan Hari Buruh tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara pekerja dan manajemen perusahaan.
Melalui kegiatan yang melibatkan seluruh elemen pekerja, Serikat Pekerja berharap tercipta lingkungan kerja yang semakin solid dan produktif. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga semangat kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bangun Lingkungan Kerja Sehat dan Harmonis
Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil SulselBarRa Maluku Pratikno turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Porseni yang dinilai membawa dampak positif terhadap suasana kerja di lingkungan perusahaan.
“Kami sangat mendukung langkah Serikat Pekerja yang merayakan Hari Buruh dengan kegiatan positif. Ini membuktikan bahwa hubungan industrial yang baik di Pegadaian diwujudkan melalui komunikasi yang cair dan kebersamaan antara manajemen, karyawan, serta seluruh tenaga kerja pendukung,” ujar Pratikno.
Ia menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam membangun well-being atau lingkungan kerja yang sehat dan bahagia. Dengan hubungan kerja yang harmonis, perusahaan diyakini dapat menciptakan produktivitas yang lebih baik.
Pratikno juga berharap semangat sportivitas dan kekompakan yang terlihat selama pertandingan dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari di lingkungan Pegadaian.
“Nilai-nilai sportivitas dalam pertandingan sangat relevan dengan dunia kerja. Kami berharap semangat saling mendukung ini menjadi motivasi bagi seluruh Insan Pegadaian, khususnya yang berada dibawah naungan Kanwil SulselBarRa Maluku untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat pelayanan, dan menyukseskan inisiatif strategis perusahaan,” tambahnya.
Selain sebagai sarana kompetisi, Porseni juga menjadi wadah penyaluran minat dan bakat pekerja di luar aktivitas pekerjaan formal. Kehadiran lomba seni dan olahraga dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara produktivitas dan kebugaran mental pekerja.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat rasa memiliki atau sense of belonging terhadap perusahaan. Dengan meningkatnya rasa kebersamaan, diharapkan tercipta budaya kerja yang semakin positif dan mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.
Pegadaian menilai penguatan hubungan antara Serikat Pekerja dan manajemen merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas perusahaan. Sinergi tersebut diyakini dapat menciptakan ruang komunikasi yang terbuka dan konstruktif bagi seluruh pekerja.
Di sisi lain, Pegadaian juga terus memperkuat transformasi bisnis sebagai lembaga keuangan inklusif. Perusahaan tidak hanya bergerak di industri gadai, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan finansial yang semakin luas dan terintegrasi.
Sejak bergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM pada 2021, Pegadaian terus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Berbagai produk investasi emas hingga layanan pembiayaan kini semakin mudah diakses melalui outlet, agen, maupun aplikasi digital Tring! by Pegadaian.
Pegadaian juga telah mengukuhkan diri sebagai pelopor layanan Bank Emas di Indonesia setelah memperoleh izin usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan pada Desember 2024.
Berbagai layanan tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam memperkuat ekosistem keuangan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Pegadaian terus mendorong inovasi layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.
Melalui penguatan budaya kerja, hubungan industrial yang harmonis, serta inovasi bisnis yang berkelanjutan, Pegadaian optimistis dapat terus tumbuh sebagai institusi yang unggul secara kinerja sekaligus menjadi tempat kerja yang sehat dan nyaman bagi seluruh insan perusahaan.
Semangat kolaborasi yang tercermin dalam Porseni Hari Buruh 2026 menjadi bukti bahwa penguatan sumber daya manusia tetap menjadi salah satu fondasi utama perusahaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
(tim)
































