Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Lemah ke Rp17.420, BI Klaim Masih Sejalan Emerging Market

Mis Fransiska Dewi
05 May 2026 14:41

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) buka suara terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah hingga ke level Rp17.420/US$ pada pagi ini, Selasa (5/5/2026).

Bank Sentral menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI Erwin Gunawan Hutapea menyampaikan pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang pasar negara berkembang atau emerging market lainnya. 


Dia memerinci mata uang Filipina yakni Peso melemah sebesar 6,58%, Thailand dengan Baht melemah 5,04%, India dengan mata uang Rupee melemah 4,32%, demikian pula dengan Chili dengan mata uang Peso (-4,24%), rupiah (-3,65%), dan Won (-2,29%).

Erwin menjelaskan BI akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.