BI Sebut Cadev Aman, Inflow Berpotensi Perkuat Posisi Devisa
Mis Fransiska Dewi
03 August 2026 17:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa cadangan devisa (cadev) Indonesia saat ini masih terjaga dengan posisi pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar US$145,6 miliar.
Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI, Destry Damayanti membeberkan nilai cadev Indonesia pada 2026 mencapai ke level tertinggi yakni sebesar US$156 miliar, sehingga jika dihitung-hitung, penggunaan cadev untuk stabilisasi dan pembayaran utang pemerintah mencapai US$10,4 miliar.
“Angka US$145 miliar itu masih relatif aman karena masih sekitar 5,4 bulan kali import dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” kata Destry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK, Senin (3/8/2026).
Destry menyebut bahwa cadev Indonesia juga masih melebihi ambang batas aman alias treshold internasional yakni setara dengan tiga bulan impor dan pembayaran utang pemerintah.
Destry menyebut bahwa pemerintah telah meningkatkan arus dana asing baik melalui SBN dan SRBI di kuartal II-2026. Ia mengatakan bahwa saat ini kenaikan arus dana asing tersebut sudah mencapai US$8,5 miliar hingga US$9 miliar yang berpotensi menambah cadev.




























