Rupiah Lemas, SUN Banyak Dilepas
Redaksi
05 May 2026 11:23

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aksi jual melanda pasar surat utang negara (SUN) pada perdagangan Selasa (5/5/2026) hingga pukul 10:50 WIB, menyusul pelemahan rupiah yang kembali menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah.
Pergerakan rupiah yang terus tertekan dan tergerus 0,25% ke posisi Rp17.430/US$ (terlemah sepanjang masa), merembet pada pasar SUN siang ini pada 11:10 WIB.
Imbal hasil di hampir semua tenor tercatat naik, mengindikasikan tekanan jual yang cukup masif. Imbal hasil tenor 3 tahun naik menjadi 6,5% (+5,5 bps), tenor 4 tahun menjadi 6,74% (+5,9 bps), tenor 5 tahun naik jadi 6,8% (6,1 bps). Sementara tenor 6 tahun hingga 9 tahun juga mengalami kenaikan meski masih moderat (+2,8 bps hingga +3,3 bps). Begitu juga dengan tenor acuan terkerek naik 1,8 bps ke 6,81%.
Kenaikan imbal hasil di rentang tenor 3 hingga 7 tahun yang mencapai 5-6 bps itu mengindikasikan adanya aksi investor yang mengurangi eksposur mereka terhadap aset rupiah.
Padahal, segmen tenor ini merupakan favorit investor lantaran likuiditasnya yang tinggi dan sensitivitasnya yang relatif optimal terhadap perubahan suku bunga. Imbal hasil segmen ini sekarang telah menyamai imbal hasil di tenor panjang di rentang 6,5% hingga 6,8%.































