Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Soal Deflasi Juli: Permintaan Rapuh-Harga Belum Terkendali

Mis Fransiska Dewi
04 August 2026 20:40

BPS Indonesia Kembali Mengalami Deflasi (Diolah)
BPS Indonesia Kembali Mengalami Deflasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi tahunan melandai jadi 2,88% pada Juli dari 3,34% pada Juni. Sementara secara bulanan, Indonesia justru tercatat mengalami deflasi 0,14%. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan angka tersebut menunjukkan gabungan antara perbaikan pasokan pangan dan permintaan masyarakat yang masih rapuh. 

“Jadi, deflasi ini bukan sepenuhnya tanda buruk, tetapi juga belum dapat dibaca sebagai bukti bahwa daya beli kuat dan harga telah terkendali secara permanen,” kata Josua ketika dihubungi, Selasa (4/8/2026). 


Josua menjelaskan, deflasi Juli sangat terkonsentrasi pada bahan pangan yang harganya mudah berubah. Kelompok harga bergejolak mengalami deflasi 1,68% secara bulanan dan menyumbang penurunan indeks harga sebesar 0,28%. 

Sebaliknya, inflasi inti masih naik 0,14% dan harga yang diatur pemerintah naik 0,25%. Artinya, tanpa penurunan harga pangan, Indonesia sebenarnya masih mengalami kenaikan harga bulanan.