Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Offshore Tembus Rp17.400/US$, Bagaimana di Pasar Spot?

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 May 2026 08:16

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di luar negeri sudah tembus Rp17.400/US$. Pada perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF), rupiah hari ini (5/4/2026) sudah menembus level Rp17.420/US$, setelah kemarin melemah 0,49%. Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahannya 0,08% ke posisi Rp17.434/US$. 

Tekanan terhadap rupiah datang dari sisi eksternal dan domestik. Data-data ekonomi yang dirilis ikut membebani pergerakan rupiah dan sempat menyebabkan rupiah spot menjadi yang terlemah di kawasan kemarin. 

Rupiah di luar negeri tembus di atas Rp17.400/US$ dan kembali melemah, Selasa (5/5/2026)

Dari sisi eksternal, penguatan dolar AS yang masih berlanjut mencerminkan masih tingginya permintaan aset safa haven di tengah eskalasi geopolitik dan lonjakan harga energi global. Indeks dolar AS hari ini diperdagangkan menguat 0,22% ke posisi 98,37, begitu juga dengan minyak mentah dunia masih bertahan di harga tinggi dengan kenaikan 5,8% ke posisi US$114 per barel pada 06.40 WIB. 


Kenaikan tajam harga minyak juga memperburuk prospek neraca perdagangan RI melalui peningkatan impor energi yang dapat memperlebar defisit transaksi berjalan. 

Memang neraca kemarin memang masih mencatatkan surplus karena berada di atas proyeksi para ekonom dengan capaian US$3,32 miliar, namun posisinya lebih rendah dibanding surplus bulan sebelumnya yaitu US$4,33 miliar. Perlambatan ini terjadi lantaran adanya defisit komoditas migas sebesar US$1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah hasil minyak dan gas.