Logo Bloomberg Technoz

Destry Soal Dampak Kenaikan BI Rate 100 Bps: Rupiah Lebih Stabil

Mis Fransiska Dewi
04 August 2026 12:20

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti saat gala dinner Women on the Move di Bali, Sabtu (31/8/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti saat gala dinner Women on the Move di Bali, Sabtu (31/8/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan stabilitas nilai tukar rupiah mulai kembali terjaga setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan alias BI-Rate sebesar 100 basis poin (bps) selama Mei hingga Juni 2026. Kebijakan tersebut ditempuh untuk meredam tekanan eksternal sekaligus meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah.

Pejabat Sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, mengatakan dampak kebijakan tersebut mulai terlihat dari pergerakan nilai tukar rupiah yang lebih stabil dalam beberapa hari terakhir.

“Dampak yang bisa kita lihat, stabilitas bisa terjaga sehingga pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir ini cukup terkendali,” kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Berkala KSSK, Senin (3/8/2026).


Bank sentral memulai pengetatan kebijakan moneter pada Mei 2026 dengan menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps, dari 4,75% menjadi 5,25%.

Selanjutnya, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan pada 9 Juni 2026, BI kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,50%. Pada RDG Juni 2026, suku bunga kembali dinaikkan 25 bps menjadi 5,75%, sebelum dipertahankan pada level tersebut dalam RDG Juli 2026.