Logo Bloomberg Technoz

BI Pastikan SRBI untuk Pacu Inflow, Bukan Alat Investasi Bank

Redaksi
04 August 2026 17:50

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti saat gala dinner Women on the Move di Bali, Sabtu (31/8/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti saat gala dinner Women on the Move di Bali, Sabtu (31/8/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memastikan akan menerapkan kebijakan untuk mendorong penggunaan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) lebih tepat sasaran, yakni meningkatkan aliran modal asing masuk (inflow) ke pasar keuangan nasional.

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bahwa sebenarnya penerbitan instrumen SRBI bertujuan untuk mendukung perbankan dalam mengelola likuiditas, bukan untuk membantu mereka memupuk investasi setinggi-tingginya. 

"Kami kan inginnya SRBI itu sebenarnya adalah untuk liquidity management. Jadi bukan untuk memupuk investasi, dan untuk SBN lebih terkendali," ujar Destry dalam konferensi pers hasil rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dikutip Selasa (4/8/2026).


Destry menyebutkan kepemilikan perbankan dalam instrumen bank sentral ini sangat besar. Berdasarkan data outstanding SRBI, Destry menyebutkan sebanyak 63% SRBI dimiliki oleh perbankan. Sementara itu, kepemilikan SBN oleh perbankan tercatat sebanyak 20%.

"Sehingga kami kebijakannya ke depan, dalam hal ini untuk SRBI, kami juga memang sasarannya lebih targeted (ditargetkan), yaitu kami memang ingin mendorong masuknya inflow," kata Destry.