“Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global,” kata dia dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
“Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tambahnya.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, Selasa (5/5/2026), terus terhimpit dan melemah 0,23% ke posisi Rp17.420/US$ pada sesi pembukaan. Ini menjadi rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
Lalu, tak lama berselang angkanya sedikit berubah, dan menyisakan pelemahan 0,16% di posisi Rp17.407/US$ pada 09:10 WIB.
Indeks dolar AS masih melanjutkan tren penguatan dan naik 0,15% ke 98,52, begitu juga dengan harga minyak mentah yang masih bertahan di atas US$110 per barel.
Dari kawasan, pergerakan mata uang berbalik arah. Mayoritas mata uang berada di zona merah dengan baht Thailand memimpin pelemahan kawasan, disusul peso Filipina, ringgit Malaysia, yuan offshore dan dolar Taiwan serta Hong Kong.
(lav)





























