Tren Kematian Sasar Usia 35 tahun ke atas, Didominasi Jantung
Dinda Decembria
04 August 2026 17:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan pola kematian masyarakat Indonesia kini bergeser ke usia produktif. Jika sebelumnya kematian lebih banyak terjadi pada bayi dan anak, kini kasus kematian mulai banyak ditemukan pada kelompok usia 35 tahun ke atas dengan penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung dan pembuluh darah sebagai penyebab utama di tahun 2025.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat tidak hanya memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang, tetapi juga tetap sehat.
"Masalah kita sebetulnya nomor satu, kita sudah turun tuh angka kematian bayinya. Kematian bergeser. Kalau dulu mungkin kita sering dengar nenek saya anaknya enam meninggal dua waktu kecil. Sekarang kita sudah tidak sering dengar seperti itu. Tetapi sekarang kita makin sering dengar teman kita lagi lari, eh serangan jantung. Atau setelah badminton, serangan jantung," ujar Maria dalam Konferensi Pers Cek Kesehatan Gratis, Selasa (04/08/2026).
"Kita hidup, lahir, bertahan hidup, tapi meninggal mulai usia 35, 39. Usia 50, 60 kita mulai meninggal. Ini yang mau kita cegah supaya kita ingin setara dengan negara maju dari sisi status kesehatan dan tentunya usia harapan hidup," tambahnya
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga 31 Juli 2026, program tersebut telah menjangkau 73 juta orang, melampaui capaian pemeriksaan kesehatan sepanjang 2025 yang mencapai 70 juta orang.






























