"Kalau seandainya mereka adalah eksportir, tentu saja dengan adanya perlemahan rupiah ini malah menguntungkan. Karena ini jadi Rp17.300," ungkap dia.
John menekankan bahwa stabilitas tetap menjadi faktor kunci yang diinginkan oleh para pelaku industri di lapangan demi kepastian bisnis jangka panjang.
"Tentu saja para pengusaha kalau ditanya, sebaiknya bagaimana? Sebaiknya kalau bisa memang stabil. Itu yang diharapkan oleh para pengusaha di lapangan," pungkas John.
Kemarin, rupiah sempat melemah 0,76% dan menyentuh Rp17.305/US$ pada 09:40 WIB. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan yang melemah.
Akan tetapi, hari ini rupiah dibuka menguat terbatas 0,09% ke Rp17.279/US$ di tengah penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah yang masih persisten. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama yang masih berada di kisaran 98 membuat pergerakan mata uang Asia cukup beragam.
(mfd/ell)






























