Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak kapal mana pun yang memasang ranjau di Selat Hormuz. Namun, ia juga menambahkan bahwa Teheran menginginkan kesepakatan dan negosiasi tengah berjalan. Trump pun memperingatkan warga Amerika untuk bersiap menghadapi kenaikan harga bensin "untuk sementara waktu." Di sisi lain, kantor berita Mehr dari Iran melaporkan bahwa pertahanan udara telah diaktifkan di beberapa wilayah Teheran untuk menangkal "target musuh."

Para investor diprediksi tetap waspada karena arah pasar sangat bergantung pada apakah tensi akan terus memuncak atau beralih ke jalur diplomasi. Pelaku pasar akan terus memantau sinyal dari Washington dan Teheran, serta kelancaran arus pengiriman energi. Gangguan lebih lanjut di Selat Hormuz dikhawatirkan akan menjaga harga minyak tetap tinggi dan membebani pertumbuhan ekonomi global.

"Masih ada ketidakpastian besar dalam diplomasi kedua belah pihak," ujar Fawad Razaqzada dari Forex.com. "Kurangnya kejelasan soal Selat Hormuz semakin menambah keresahan. Tanpa rencana pembukaan kembali yang jelas, ketidakpastian tetap tinggi."

Grafik harga minyak Brent. (Sumber: Bloomberg)

Harga minyak melonjak pada akhir sesi Kamis setelah sebelumnya bergerak fluktuatif, di tengah kekhawatiran baru bahwa pembicaraan damai terhenti, retorika meningkat, dan ancaman militer bertambah, sehingga menambah premi risiko geopolitik pada harga.

Pemilik kapal menghadapi semakin banyak bukti bahwa pelayaran melalui selat tersebut tidak aman, meskipun ada jaminan dari Washington, dengan baik AS maupun Iran sama-sama membatasi akses di jalur tersebut.

“Selama arus melalui Selat Hormuz masih terbatas, pasar akan semakin ketat dan persediaan minyak terus menurun, sehingga harga minyak akan tetap tertopang,” kata Giovanni Staunovo, analis di UBS Group AG di Zurich.

Di Asia, yen bergerak datar pada awal Jumat setelah melemah terhadap dolar selama empat sesi berturut-turut pada Kamis. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama memperingatkan bahwa otoritas terus berkoordinasi secara intensif dengan mitra AS karena Tokyo tetap siaga terhadap pergerakan spekulatif yang menekan yen.

Di pasar lain, emas dibuka relatif stabil pada Jumat setelah melemah pada sesi sebelumnya. Sementara itu, Bitcoin bergerak stabil di kisaran US$78.000.

Pelaku pasar juga mencermati laporan keuangan perusahaan. Saham perangkat lunak tertekan setelah kinerja International Business Machines Corp dan ServiceNow Inc belum mampu meredakan kekhawatiran terkait disrupsi AI. Tesla Inc turun karena rencana peningkatan belanja mengaburkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Sementara itu, Texas Instruments Inc melonjak berkat prospek yang solid.

Sementara itu, Meta Platforms Inc dan Microsoft Corp mengambil langkah untuk merampingkan tenaga kerja guna meningkatkan efisiensi operasional dan menyeimbangkan pengeluaran untuk AI.

Meski risiko geopolitik masih membayangi, indeks S&P 500 berada di jalur menuju kinerja bulanan terbaik sejak 2023, didukung laba perusahaan yang kuat dan ketahanan ekonomi. Hampir 80% perusahaan dalam indeks tersebut melampaui estimasi laba kuartal pertama, menurut data Bloomberg.

Meski volatilitas meningkat sejak pecahnya konflik Iran, pasar keuangan dinilai relatif tangguh, menurut Adam Hetts dan Oliver Blackbourn dari Janus Henderson.

“Investor berpegang pada asumsi kunci bahwa konflik dan gangguan terhadap ekonomi global hanya akan berlangsung singkat,” ujar mereka. “Indikator sentimen dan posisi kami menunjukkan penurunan tajam di beberapa segmen pasar telah mencapai titik kapitulasi dan berpotensi menjadi peluang masuk yang menarik.”

(bbn)

No more pages