Strategi 'Mosquito Fleet' Iran Persulit Angkatan Laut AS
News
24 April 2026 05:41

Tony Capaccio - Bloomberg News
Bloomberg, Perintah Donald Trump kepada militer AS untuk menyerang kapal-kapal cepat Iran menjadi sinyal terbaru bahwa strategi perang asimetris mulai menghambat angkatan laut terkuat di dunia tersebut. Jet tempur dan kapal perusak AS kini dipaksa melacak kawanan kapal cepat (speedboat) di jalur energi paling vital di dunia.
"Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun, sekecil apa pun itu," tegas Trump pada Kamis (23/4) melalui unggahan di media sosial. Ia menuduh kapal-kapal tersebut tengah menebar ranjau di Selat Hormuz.
Target serangan ini adalah apa yang disebut sebagai "mosquito fleet" atau armada nyamuk milik Iran. Ancaman ini sebenarnya telah diketahui pejabat AS selama bertahun-tahun, dan para penguji senjata secara rutin mengevaluasi kemampuan kapal perang baru AS untuk menangkalnya. Pada ketegangan tahun 2020 silam, Trump juga pernah menginstruksikan Angkatan Laut untuk menyasar kapal-kapal cepat Iran yang mengganggu kapal AS.
Perintah terbaru Trump ini dinilai melemahkan klaim berulang pemerintahannya sendiri yang menyebut bahwa kekuatan laut Iran telah dilemahkan. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya sempat meremehkan ancaman "kapal cepat" Iran dalam wawancara dengan Fox News pada Rabu, seraya bersikeras bahwa AS telah menghancurkan kemampuan angkatan laut konvensional Iran.


























