Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Jepang Naik ke 1,8%, Tekanan Harga Energi Mulai Terasa

News
24 April 2026 08:00

Ilustrasi ekonomi Jepang. (Bloomberg)
Ilustrasi ekonomi Jepang. (Bloomberg)

Toru Fujioka - Bloomberg News

Bloomberg, Indikator inflasi utama Jepang dilaporkan meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir. Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan harga mulai terbentuk bahkan sebelum dampak penuh dari lonjakan harga minyak merambat ke seluruh lini perekonomian.

Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang pada Jumat (24/4) melaporkan bahwa indeks harga konsumen (IHK) inti—yang tidak mencakup bahan makanan segar—naik 1,8% secara tahunan (year-on-year) pada Maret. Angka ini melampaui estimasi rata-rata ekonom sebesar 1,7% dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 1,6% pada bulan sebelumnya. Melambatnya penurunan harga bensin menjadi faktor pendukung utama kenaikan indeks tersebut.


Sementara itu, indikator inflasi yang mengecualikan bahan makanan segar dan energi—yang dipantau ketat oleh Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) sebagai tolok ukur inflasi dasar—meningkat 2,4%. Angka ini tetap bertahan di atas target 2% yang ditetapkan bank sentral. Secara keseluruhan, inflasi umum yang mencakup seluruh item naik menjadi 1,5%.

Data ini muncul di tengah tingginya harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar Yen yang terus mendorong kenaikan harga barang impor. Meski demikian, menurut sumber yang mengetahui masalah ini, BOJ cenderung tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Selasa mendatang karena tingginya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.

Grafik inflasi Jepang. (Sumber: Bloomberg)