Logo Bloomberg Technoz

Dirut Bank BTN Bantah Laporan BPK Soal Potensi Negara Rp1,3 T

Muhammad Fikri
23 April 2026 20:50

Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, JakartaDirektur Utama Bank Tabungan Negara atau Bank BTN, Nixon LP Napitupulu menjawab tudingan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas potensi kerugian negara Rp1,3 triliun atas lemahnya monitoring pengawasan dokumen kredit perumahan atau KPR.

“Ini sebenarnya bukan rugi. Itu lebih karena dampak restrukturisasi [pandemi virus corona] COVID, terutama di wilayah Jawa Barat, dan jumlahnya tidak sebesar itu kalau kita bicara real loss,” jelas Nixon di Jakarta, Kamis (23/5/2026).

Ia menambahkan bahwa portofolio Bank BTN yang masuk dalam temuan BPK sebagian besar merupakan kredit semasa periode sebelum pandemi COVID-19, namun kemudian mengalami penurunan kualitas menjadi kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).


Bicara angka Rp1,3 triliun, lanjut Nixon, adalah estimasi potensi risiko berbasis outstanding portofolio. Kerugian yang dinyatakan BPK tidak  secara nyata terealisasi. “Kalau dilihat dari portofolionya memang segitu, tapi yang benar-benar loss jauh lebih kecil,” ucap dia.

Nixon menegaskan, sebagian kredit tersebut saat ini masih dalam proses restrukturisasi, sehingga belum dapat dikategorikan sebagai kerugian final.