Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Melemah 2% Lebih Hingga Terburuk di Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
23 April 2026 17:35

Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lautan Merah tercipta di Bursa Asia sepanjang perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terkecuali. IHSG terbenam di zona merah hingga terjerembab 2% lebih.

Pada Kamis (23/4/2026), IHSG ditutup di posisi 7.378. Turun 2,16% dan terpeleset 163 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya. Posisi terendah IHSG hari ini tepat di 7.378 sedang tertinggi berada di 7.582.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 23 April 2026 (Bloomberg)

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tercatat melibatkan 54,16 miliar saham. Dengan nilai transaksi menyentuh Rp20,49 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi 3,07 juta kali. Sementara indeks LQ45 berada di level 715,878. Jatuh 2,73% dan kehilangan 20,09 poin.


Nyaris keseluruhan saham membukukan pelemahan. Paling dalam adalah saham–saham konsumen non–primer, saham perindustrian, dan saham teknologi yang runtuh mencapai 3,43%, 3,41%, dan 2,36%. Menyusul saham infrastruktur, dan saham barang baku yang masing–masing melemah 2,33%, dan 1,94%.

Di sisi bersamaan dengan itu, sejumlah saham mencatat pelemahan luar biasa dan menjadi top losers. Di antaranya adalah saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang amblas 14,9%, saham PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) jatuh 14,7%, dan saham PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) drop 14,6%.