Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Menguat Usai Wall Street Cetak Rekor Tertinggi

News
23 April 2026 08:10

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Kontrak berjangka (futures) indeks saham Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan di Asia, menyusul kenaikan harga minyak mentah Brent. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap kelanjutan perang di Iran yang masih belum menemui titik terang.

Kontrak untuk Indeks S&P 500 turun 0,4%, sementara Brent naik 1,3% hingga mendekati US$103 per barel. Di sisi lain, bursa saham Asia bergerak fluktuatif pada pembukaan sebelum akhirnya menguat tipis 0,1%.


Pergerakan variatif di Asia ini terjadi setelah indeks S&P 500 melonjak 1,1% ke rekor tertinggi pada Rabu (22/4), menempatkan indeks tersebut di jalur pertumbuhan bulanan terbaiknya sejak 2020. Nasdaq 100 juga menguat 1,7% dan mencetak rekor penutupan tertinggi. Sektor semikonduktor AS bahkan mencatat kenaikan selama 16 hari berturut-turut, menjadi reli terpanjang yang pernah tercatat dalam sejarah.

Penguatan saham pada sesi perdagangan AS sebelumnya dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata. Langkah ini dianggap sebagai pelonggaran dari ancaman pemboman terhadap Iran jika kesepakatan tidak tercapai hingga tenggat waktu Rabu. Kini, fokus pasar beralih pada peluang dimulainya kembali negosiasi. Penutupan Selat Hormuz yang terus berlanjut telah menjaga harga energi tetap tinggi, yang berisiko memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Pergerakan saham AS. (Sumber: Bloomberg)