Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Melemah Saat Tensi Hormuz Kembali Memanas

News
24 April 2026 06:40

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Richard Henderson - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat pagi (24/4). Sentimen ini mengekor pelemahan di Wall Street seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik Iran yang berpotensi memperpanjang gangguan di Selat Hormuz.

Kontrak berjangka indeks saham untuk Jepang, Korea Selatan, dan Australia menunjukkan penurunan di awal perdagangan Jumat, mengikuti performa lesu bursa AS. Indeks S&P 500 ditutup turun 0,4%, sementara Nasdaq 100 merosot 0,6%. Sebaliknya, saham sektor semikonduktor justru menjadi pengecualian dengan mencatatkan penguatan selama 17 hari berturut-turut. Saham Intel Corp melonjak sekitar 15% di perdagangan setelah penutupan berkat prospek positif yang didorong oleh teknologi AI.


Di pasar komoditas, minyak West Texas Intermediate (WTI) dibuka menguat 0,8% pada Jumat pagi karena meningkatnya risiko geopolitik. Sementara itu, indeks dolar AS naik untuk hari ketiga pada Kamis kemarin—performa terbaiknya bulan ini—di tengah jatuhnya harga surat utang AS (Treasury).

Pada Kamis malam waktu AS, Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon akan memperpanjang masa gencatan senjata selama tiga pekan. Langkah ini dipandang memberi ruang bagi kesepakatan jangka panjang sekaligus membuka jalan untuk mengakhiri perang AS dengan Iran.