Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Menguat Saat AS-Iran Berebut Kendali Selat Hormuz

News
23 April 2026 06:15

Arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz. (Bloomberg)
Arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz. (Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak mentah dunia mempertahankan penguatan selama tiga hari berturut-turut saat Amerika Serikat (AS) dan Iran terjebak dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz. Ketegangan ini memuncak setelah kedua pihak gagal menemui kesepakatan untuk menggelar putaran baru perundingan damai.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$93 per barel, setelah melonjak lebih dari 10% dalam tiga sesi pertama pekan ini. Sementara itu, Brent ditutup mendekati US$102 pada perdagangan Rabu (22/4). Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata yang disepakati pada 7 April akan tetap berlaku tanpa batas waktu sembari Washington menunggu proposal damai baru dari Iran. Namun, Teheran menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.


Perang yang dimulai pada akhir Februari ini telah mengguncang pasar energi global. Penutupan hampir total Selat Hormuz menyebabkan penurunan tajam pasokan dari produsen utama di Teluk Persia. AS tetap mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran untuk menekan Republik Islam tersebut—sebuah langkah yang disebut Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sebagai pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.

“Ketegangan tetap tinggi. Dengan kebuntuan antara AS dan Iran saat ini, harga minyak cenderung akan terus merangkak naik sampai ada pihak yang melunak,” ujar Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior perdagangan di BOK Financial Securities Inc. “Semakin lama aliran minyak tidak melewati selat tersebut, semakin tinggi harga yang akan kita hadapi.”