Logo Bloomberg Technoz

IHSG Belum Sepenuhnya Priced In dengan Keputusan FTSE Soal HSC

Cahya Puteri Abdi Rabbi
15 May 2026 15:30

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan diproyeksi masih akan melemah. 

Selain libur panjang, rebalancing indeks MSCI dan pengumuman FTSE Russell yang akan mencoret saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) pada Juni, menjadi faktor-faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG.

Phintraco Sekuritas menyampaikan bahwa secara teknikal, pelebaran histogram negatif pada MACD masih berlanjut, diiringi dengan stochastic RSI yang bergerak menuju oversold area.


“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 6.700-6.650 pada perdagangan pekan depan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Jumat (15/5/2026).

Proyeksi senada juga disampaikan oleh Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyampaikan, pelemahan IHSG sebesar 1,98% ke 6,723 pada perdagangan Rabu (13/5/2026) masih didominasi oleh tekanan jual, dan area koreksi minimal di level 6.727 pun sudah tercapai. Dalam sepekan, IHSG terkoreksi 3,53% dengan volume yang cenderung menurun.