Namun, data dari Vortexa menunjukkan bahwa Iran masih mampu mengekspor minyaknya, dengan setidaknya 34 kapal tanker dan pengangkut gas terkait Iran melintasi selat dan melewati kapal perang. Dari jumlah tersebut, 19 kapal di antaranya berlayar keluar dari Teluk Persia, dan sebagian besar membawa kargo.
Vortexa mendeteksi pengiriman tersebut menggunakan citra satelit, karena kapal-kapal yang berusaha menghindari pasukan AS biasanya mematikan transponder mereka. Hero II terakhir kali terlihat lebih dari sebulan lalu saat berlayar ke utara di Selat Malaka, sedangkan Hedy terakhir kali melaporkan lokasinya di lepas pantai Khor Fakkan pada akhir Februari.
Tujuan akhir kedua pengiriman tersebut tidak jelas. Sebagian besar ekspor minyak mentah Iran berakhir di China, meski India menerima dua pengiriman minyak mentah Iran dalam beberapa pekan terakhir sebelum pembebasan sanksi AS berakhir.
(bbn)






























