Logo Bloomberg Technoz

Bursa saham Asia lainnya justru melesat tinggi. KOSPI (Korea), Weighted Index (Taiwan), SENSEX (India), NIKKEI 225 (Tokyo), KLCI (Malaysia), Hang Seng (Hong Kong), KOSDAQ (Korea), CSI300 (China), Straits Time (Singapura), SETI (Thailand), Shanghai Composite (China), dan PSEi (Filipina), yang berhasil menguat hari ini dengan masing–masing 2,72%, 1,75%, 0,96%, 0,89%, 0,77%, 0,48%, 0,36%, 0,22%, 0,22%, 0,11%, 0,07%, dan 0,04%.

Adapun hanya Ho Chi Minh Stock Exchange (Vietnam), TOPIX (Jepang), dan Shenzhen Comp. (China) yang masih melemah masing–masing 0,2%, 0,18%, dan 0,03%.

Sentimen yang mengobarkan IHSG sepanjang perdagangan hari ini datang dari pengumuman MSCI yang masih akan membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Biarpun otoritas pasar modal RI sudah melakukan berbagai upaya untuk reformasi.

MSCI menyebut masih akan mengevaluasi konsistensi dan efektivitas kebijakan baru, utamanya peningkatan transparansi data kepemilikan saham dan rencana kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.

“Investor juga mengantisipasi MSCI akan menghapus saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Namun kekhawatiran terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia ke kategori Frontier Market diperkirakan mulai mereda,” papar Phintraco Sekuritas dalam riset terbarunya, Selasa.

Terlebih lagi tingginya tensi geopolitik, seiring ketidakpastian kelanjutan negosiasi Amerika Serikat dengan Iran, turut jadi sentimen negatif bagi IHSG. Kondisi ini meningkatkan kecemasan pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, yang dapat mendorong inflasi dan menekan nilai tukar rupiah. 

Rupiah tercatat masih berada di bawah tekanan di level Rp17.144/US$ berdasarkan data Bloomberg, seiring berlanjutnya arus keluar dana asing akibat kekhawatiran kenaikan harga minyak serta potensi tekanan fiskal. 

“Menteri Luar Negeri Iran, menyatakan pihaknya tidak akan berpartisipasi pada negosiasi damai dengan AS, setelah pihak AS menyita kapal kargo milik Iran di Teluk Oman,” terang Panin Sekuritas dalam laporan Trading Idea 21 April 2026.

Hal tersebut memicu kemurkaan AS, di mana Presiden AS Donald Trump menginformasikan akan ada banyak bom yang diluncurkan jika tidak adanya kesepakatan sebelum Selasa ini setempat.

“Meningkatnya friksi antar kedua negara mendorong probabilitas potensi negosiasi tidak akan menghasilkan kesepakatan substantif yang mampu meredakan ketegangan.”

(fad)

No more pages