Logo Bloomberg Technoz

Kenapa Lampung? Karena Lampung adalah salah satu provinsi yang sangat kuat untuk feedstock supply-nya terhadap etanol ini. Di Lampung, seperti kita ketahui bersama, di sana ada penanaman besar tebu dan juga ada penanaman ubi dan feedstock-feedstock yang lain,” terang Todotua.

“Jadi nanti ini rencananya selain pembangunan plan juga nanti ada rencananya juga untuk penanaman daripada salah satu supporting feedstock-nya yaitu sorgum.”

Kabar masuknya Toyota Motor Corp. ke investasi pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia pertama kali diumumkan BKPM pada November 2025.

Saat itu, Todotua menyebut nilai rencana investasi Toyota untuk pengembangan bioetanol di Indonesia itu mencapai sekitar Rp2,5 triliun untuk kapasitas produksi sekitar 60.000 kl per tahun.

Dia mengelaborasi saat ini kebutuhan bahan bakar di dalam negeri mencapai lebih dari 40 juta kiloliter (kl) per tahun. Dengan mandatori E10, lanjutnya, setidaknya Indonesia membutuhkan sekitar 4 juta kl bioetanol pada 2027.

“Agar tidak kehilangan momentum, maka persiapan pembangunan pabrik pendukung harus dimulai dari sekarang. Peluang inilah yang ditangkap oleh Toyota yang juga sudah mengembangkan mobil berbahan bakar bioetanol di banyak negara” ujarnya.

Sebelumnya, Todotua juga melakukan pertemuan dengan Masahiko Maeda, CEO of Asia Region, Toyota Motor Corporation serta mengunjungi fasilitas riset di Fukushima milik Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (RABIT).

Adapun, berdasarkan Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis yang dimiliki Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sejumlah wilayah seperti Lampung telah disiapkan untuk menjadi sentra pengembangan industri bioetanol.

Proyek percontohan bioetanol tersebut akan memanfaatkan bahan baku dari tebu, singkong, dan sorgum. 

“Sebagai pioneer project, tadi sudah didiskusikan akan bekerja sama dengan Pertamina NRE di Lampung, untuk bahan bakunya juga tidak hanya dari perusahaan, tetapi juga melibatkan petani dan koperasi tani setempat sehingga juga dapat menggerakan perekonomian di daerah, nantinya untuk suplai energi juga diintegrasikan dengan plant geothermal dan hidrogen milik Pertamina” jelas Todotua.

(wdh)

No more pages