Logo Bloomberg Technoz

Tambang Tutup Imbas RKAB Habis, WBN Bakal Kurangi 65% Karyawan

Azura Yumna Ramadani Purnama
04 June 2026 14:20

Ilustrasi tambang nikel (Bloomberg)
Ilustrasi tambang nikel (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Eramet Indonesia mengungkapkan habisnya kuota produksi PT Weda Bay Nickel (WBN) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 berpotensi menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 65% dari total karyawan WBN sebesar 18.000 pekerja.

CEO Eramet Indonesia Jerome Baudelet mengungkapkan kuota produksi dalam RKAB 2026 sebesar 12 juta ton sudah habis ditambang pada akhir Mei 2026 dan saat ini tambang perseroan tutup untuk dilakukan perawatan.

“Jelas sebuah tambang bekerja dengan banyak kontraktor. Jadi jika Anda melihat jumlah orang yang kami pekerjakan untuk Weda Bay Nickel di akhir Desember, itu mendekati 18.000 orang, akhir 2025. Tahap care and maintenance akan membuat jumlah orang kami harus menguranginya sebesar 65%,” kata Baudelet kepada awak media di sela Indonesia Critical Mineral Conference, Kamis (4/6/2026).


Baudelet menjelaskan pengurangan tenaga kerja hingga 65% dari total pekerja berpotensi dilakukan secara bertahap. Dia menegaskan hal tersebut bakal terealisasi penuh jika nantinya revisi RKAB yang diajukan ditolak oleh Kementerian ESDM.

Dia memastikan saat ini sudah ada tenaga kerja yang terkena PHK, usai tambang WBN resmi tutup untuk dilakukan perawatan pada akhir Mei 2026.