Logo Bloomberg Technoz

Gejolak Perang Tekan APBN, Pasar SUN Ikut Terbeban

Tim Riset Bloomberg Technoz
17 April 2026 11:33

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aksi jual terjadi pada sejumlah tenor pendek dan menengah di pasar Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan siang ini, Jumat (17/4/2026), menyusul pelemahan rupiah yang terjadi semakin dalam ke posisi Rp17.189/US$. 

Imbal hasil SUN tenor 1 tahun naik 1,1 basis poin (bps) ke 5,63%, tenor 2 tahun naik 5,6 bps ke 5,91%, tenor 4 tahun naik 0,8 bps ke 6,28%. Tak berhenti di tenor pendek, tenor menengah seperti 5 tahun juga naik 2,3 bps ke 6,3%, lalu tenor 6 tahun juga naik 1,8 bps ke 6,37%. Begitu juga tenor acuan 10 tahun mengalami kenaikan imbal hasil 0,1 bps ke 6,58%. 

Meski begitu, pada tenor panjang imbal hasil tercatat masih turun. Seperti imbal hasil tenor 11 tahun turun 1,2 bps ke 6,67%, tenor 12 dan 13 tahun turun 2,4 bps masing-masing ke 6,72% dan 6,77%. 


Pada Selasa (14/4/2026), pasar SUN masih cukup bergairah ditandai dengan minat investor yang terlihat meningkat yang melakukan pembelian bersih US$279,7 juta. 

Namun, kondisi itu tak bertahan lama. Pelemahan rupiah siang ini membuat investor melepas sebagian kepemilikannya di tenor pendek dan menengah.