Purbaya Soal Rupiah Rp18.000/US$: Masih dalam Rentang Simulasi
Mis Fransiska Dewi
04 June 2026 17:27

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pengaruh nilai tukar rupiah yang terus mencatatkan pelemahan apabila dibandingkan dengan US$ terhadap beban fiskal. Terlebih pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap US$ sudah menembus angka psikologis sebesar 18.000/US$.
Purbaya tidak menampik bahwa pelemahan nilai tukar yang terjadi ikut berdampak pada besar utang yang dibayar pemerintah. Namun dia menilai sampai saat ini kondisi fiskal masih mampu untuk meredam dampak pelemahan nilai tukar rupiah.
“Cuman pada waktu rupiah melemah, maka pembayaran (utang) dalam rupiah meningkat. Namun, ini masih dalam range perhitungan kami,” tutur Purbaya di Kompleks DPR, Kamis (4/6/2026).
Iapun mengungkapkan pemerintah telah mengucurkan anggaran senilai Rp8 triliun di pasar obligasi untuk meredam penurunan nilai tukar rupiah. Pelemahan nilai tukar rupiah sudah terjadi secara beruntun dalam beberapa bulan terakhir.
Lebih lanjut, pemerintah juga menjaga imbal hasil (yield) surat utang pemerintah atau obligasi agar dapat meningkatkan daya tarik bagi investor asing. Ketika banyak dana asing masuk lewat obligasi, maka nilai tukar rupiah diharapkan menguat.



























