Logo Bloomberg Technoz

Arah Rupiah Kala Sentimen Eksternal Reda dan Harga Minyak Turun

Redaksi
15 April 2026 08:42

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) masih defensif dan bertahan di Rp17.142/US$ pada Rabu (15/4/2026).

Meski stagnan dari level penurupan perdagangan kemarin, rupiah nampaknya sulit untuk kembali ke level Rp16.000/US$ lagi, terutama dalam waktu dekat. 

Pergerakan rupiah offshore, Rabu (15/4/2026). (Bloomberg)

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama melanjutkan tren pelemannya sejak tujuh hari beruntun dan meninggalkan zona 100 ke 98,06 pada hari ini. 


Pelemahan indeks dolar AS membawa pergerakan beragam bagi mata uang kawasan. Di pasar yang sudah buka, ringgit Malaysia menguat 0,11%, disusul oleh dolar Singapura 0,02%. Sebaliknya, won Korea Selatan belum banyak berubah hanya tergelincir sebesar 0,03% dan yen Jepang 0,04%.

Pergerakan mata uang Asia hari Rabu (15//4/2026), 07.35 WIB. (Bloomberg)

Pelemahan terbatas pada dua mata uang ini menyusul turunnya harga minyak mentah jenis Brent sebesar 4,6% ke US$94,79 per barel pada 07:10 WIB.