Bursa Asia Bersiap Menguat Berkat Harapan Damai AS-Iran
News
15 April 2026 06:41

Rob Verdonck - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham di Asia diprediksi akan dibuka di zona hijau pada perdagangan Rabu (15/4), mengikuti reli Wall Street di mana indeks S&P 500 mendekati rekor tertingginya. Optimisme akan adanya perundingan damai lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berhasil mendorong harga minyak dunia turun.
Kontrak berjangka ekuitas menunjukkan penguatan di Sydney, Tokyo, dan Hong Kong. Sebelumnya, indeks S&P 500 ditutup naik 1,2%, hampir menyentuh puncak tertingginya sejak akhir Januari lalu. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 yang didominasi sektor teknologi melonjak 1,8%, mencatatkan penguatan selama 10 hari berturut-turut—rekor terlama sejak 2021. Di sisi lain, harga minyak AS naik tipis di awal perdagangan Asia setelah sempat anjlok hampir 8% pada hari Selasa.
AS dan Iran dilaporkan tengah berupaya mengatur putaran kedua pembicaraan damai dalam beberapa hari mendatang. Upaya ini dilakukan di tengah ketegangan di Selat Hormuz yang memperburuk krisis energi global dan memperumit prospek diplomatik. Berdasarkan laporan Bloomberg, targetnya adalah menggelar diskusi sebelum gencatan senjata 7 April berakhir pekan depan.
"Ini bukan soal apakah ada kemajuan nyata dalam pembicaraan damai, tapi soal apakah kita punya alasan logis untuk berharap bahwa kemajuan itu mungkin terjadi," ujar Steve Sosnick, kepala strategi di Interactive Brokers LLC. "Seringkali, sentimen lebih kuat pengaruhnya daripada realitas."



























