Logo Bloomberg Technoz

Dia mengklaim, pernyataannya dalam rapat kerja dengan BNN hanya sebuah keprihatinan agar pencegahan dan penanganan narkoba juga dilakukan pada lembaga-lembaga pendidikan. Menurut dia, pemberantasan narkoba harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Dia menilai, ulama dan pesantren justru bagian dari pilar utama dalam menjaga moral dan akhlak bangsa. Dalam konteks pemberantasan narkoba, ulama juga memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan.

Aboe Bakar juga mengklaim telah mencoba menemui seluruh tokoh-tokoh yang mungkin kecewa atau tersinggung atas ucapannya tersebut. "Nanti saya akan berusaha mendatangi mereka semua sesuai kemampuan saya," ujar dia.

Dia juga meminta maaf kepada Kementerian PAS dan Imigrasi yang juga mungkin tersinggung akibat pernyataannya soal maraknya lapas menjadi tempat peredaran narkoba.

Pernyataan Saat Rapat Kerja dengan BNN

Aboe Bakar menekankan pentingnya kerja sama antara BNN, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba. Tanpa kolaborasi, kata dia, upaya aparat penegak hukum tak akan memberikan hasil yang optimal. Namun, dia menyinggung dugaan keterlibatan ulama hingga pesantren dalam narkoba di Madura, Jawa Timur. 

“Contoh, Madura. Saya itu kaget, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren ikut juga. Ini ada apa? ternyata ada cuan di situ. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit,” ujar Aboe Bakar. 

“Saya khawatir yang bermain ya yang punya posisi-posisi atau pebisnis-pebisnis besar. Kita harus pikirkan itu daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah pinggiran laut, dan sebagainya. Saya tidak sebutkan di mananya. Itu pasti menjadi pusat perjalanan barang-barang tersebut.”

(dov/frg)

No more pages