Logo Bloomberg Technoz

IHSG Babak Belur Karena Krisis Kepercayaan, Begini Kata BEI

Cahya Puteri Abdi Rabbi
04 June 2026 17:30

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa akan terus berupaya memulihkan kepercayaan investor di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar, yang salah satunya dipicu oleh krisis kepercayaan terhadap pemerintah, selain imbas faktor geopolitik dan rebalancing sejumlah penyedia indeks global (index provider).

Pejabat Sementara (PJS) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, otoritas pasar modal bersama regulator telah melakukan berbagai langkah yang sesuai dengan kewenangannya untuk mengembalikan kepercayaan investor.

"Ya, tentu kami bersama-sama melakukan segala upaya yang bisa kami lakukan, tadi saya sampaikan, untuk bisa memulihkan kepercayaan tersebut," kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta pada Kamis (4/6/2026).


Saat ditanya apakah terdapat arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait gejolak IHSG, Jeffrey tidak menjawab secara langsung. Ia hanya menegaskan koordinasi antara BEI dan regulator terus berjalan. "Tentu kami dalam keseharian kami selalu berkoordinasi dengan OJK," imbuhnya.

Jeffrey Hendrik Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Sumber: Bloomberg Businessweek Indonesia

Menurut Jeffrey, berbagai kebijakan yang diterapkan BEI dalam beberapa waktu terakhir ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi bagi investor.