Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, eskalasi situasi semakin meningkat setelah militer AS mengumumkan akan mulai memblokade Selat Hormuz pada pukul 10 pagi waktu New York pada Senin. 

“Blokade akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman,” kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Bloomberg News. 

Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dan ketidakpastian yang terjadi, manuver diplomasi Indonesia juga nampaknya mulai bergerak. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan terbang ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin dalam waktu dekat. 

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pertemuan tersebut akan menyoroti sejumlah agenda strategis, termasuk urusan energi. 

Langkah ini mencerminkan upaya pemerintah RI untuk mengamankan kepentingan energi sekaligus meredam dampak eksternal yang sepertinya semakin sulit diprediksi. 

Meski demikian, tekanan depresiasi diperkirakan tetap akan terus memburuk jika perang antara AS dan Iran benar-benar kembali pecah. Terlebih, AS berencana melakukan serangan terhadap seluruh infrastruktur energi, air bersih dan transportasi di Iran. 

Dalam skenario tersebut, rupiah bepotensi melemah hingga menyentuh Rp17.300.US$, mengacu pada proyeksi Mega Capital Sekuritas dalam laporannya. 

Apalagi, saat ini arus asing dari pasar saham dan obligasi tercatat masih mengalihkan portofolionya ke aset yang lebih aman (safe haven).  

Di sisi lain, tekanan nilai tukar dan lonjakan biaya energi juga mulai membebani sektor korporasi. margin perusahaan berpotensi tergerus, terutama di sektor yang bergantung pada impor seperti manufaktur dan transportasi. 

Dampak lanjutan dari kondisi ini bisa semakin meluas. Seperti tertundanya rencana ekspansi perusahaan yang kemudian dapat memicu semakin mempersempit kesempatan peluang kerja, khususnya di sektor manufaktur yang sensitif terhadap biaya produksi. 

(dsp/aji)

No more pages