Rupiah Tertekan, Blokade Hormuz Bayangi Pasar
Tim Riset Bloomberg Technoz
13 April 2026 09:47

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan pagi ini, terimbas ketegangan yang masih terjadi antara AS dan Iran.
Sentimen global kembali memburuk seiring kegagalan negosiasi yang berlangsung selama sekitar 21 jam di Islamanad, yang tidak menghasilkan kesepakatan dan membuat risiko konflik kembali meningkat.
Rupiah spot tercatat melemah 0,09% ke level Rp17.113/US$, sejalan dengan kembali menguatnya indeks dolar As terhadap enam mata uang utama sebesar 0,41% ke level 99,05. Tak berselang lama, rupiah kembali melemah 0,17% ke Rp17.127/US$.,
Tekanan terhadap mata uang kawasan juga dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah. Minyak mentah jenis Brent kembali melonjak 6,86% ke US$101,73 per barel pada 08.45 WIB.
Kenaikan harga energi tersebut menekan mata uang kawasan Asia. Pelemahan dipimpin peso 0,77%, lalu won Korea Selatan 0,49%, yen Jepang 0,27%, dolar Singapura dan Taiwan masing-masing melemah 0,23%, ringgit Malaysia 0,14%, yuan offshore 0,11%, dan yuan China 0,08%.































