Bursa Asia Menguat & Harga Minyak Turun usai Sinyal Damai AS-Iran
News
25 May 2026 09:10

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia bergerak menguat sementara harga minyak mentah dunia merosot setelah para pejabat Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan arus pasokan minyak sudah semakin dekat.
Indikator pasar saham regional, MSCI Asia Pacific, terpantau naik 1% dengan indeks Nikkei Jepang memimpin lonjakan sebesar 2,8%. Di sisi lain, harga minyak mentah jenis Brent anjlok lebih dari 4,6% ke kisaran US$98,70 per barel, menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir seiring ekspektasi bahwa kesepakatan ini akan memulihkan jalur energi vital di Timur Tengah tersebut.
Penurunan harga minyak dan melemahnya ekspektasi inflasi turut mendongkrak kontrak berjangka obligasi AS (Treasury). Aktivitas perdagangan obligasi fisik sendiri ditutup pada hari Senin ini karena adanya hari libur di AS. Selain AS, pasar keuangan di Hong Kong dan London juga tutup karena libur nasional. Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah di Jepang, Australia, dan Selandia Baru terpantau kompak menurun.
Kontrak berjangka indeks S&P 500 naik 0,7%, setelah indeks utama tersebut berhasil menguat selama delapan minggu berturut-turut—rekor kenaikan beruntun terpanjang sejak tahun 2023. Mata uang Dolar AS juga terpantau melemah terhadap sebagian besar mata uang negara G-10. Sebaliknya, aset aman tanpa imbal hasil seperti emas dan perak bergerak naik karena penurunan inflasi membuka peluang bagi pemangkasan suku bunga.






























