Kinerja Permodalan Nasional Madani (PNM)
Sepanjang 2025 laba bersih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tercatat ada pelemahan 24% secara tahunan menjadi Rp1,13 triliun. Hal ini efek langsung dari pendapatan perusahaan yang mengalami penurunan.
Dalam laporan kinerja keuangan yang dipublikasikan, jumlah pendapatan bunga dan syariah PNM stagnan di posisi Rp15,78 triliun. Nilai pendapatan bunga ini sejalan dengan beban bunga dan syariah yang juga stagnan Rp2,44 triliun.
Dengan demikian, pendapatan bersih beban bunga dan syariah atau Net Interest Income (NII) terbilang Rp13,34 triliun untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Nyaris sama seperti tahun sebelumnya yakni Rp13,37 triliun.
Beban usaha PNM justru mengalami kenaikan 3,75% year–on–year/yoy menjadi Rp13,02 triliun dari posisi sebelumnya Rp12,55 triliun.
Yang jadi perhatian, pendapatan bersih lain–lain, yang bersumber dari provisi dan administrasi, recovery asuransi, dan selisih kas, mencatat penurunan yang amat signifikan mencapai 96% yoy menjadi hanya Rp9,78 miliar. Padahal setahun sebelumnya pos pendapatan ini menyentuh Rp273,25 miliar.
Terlebih lagi pengukuran kembali atas program imbalan pasca kerja turut mengurangi pos penghasilan komprehensif PNM. Pos ini meningkat 1.998% hingga menjadi Rp24,67 miliar, yang yang sebelumnya hanya Rp1,17 miliar pada tahun penuh 2024.
Alhasil raihan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PNM menjadi sebesar Rp1,13 triliun, turun 24% secara tahunan dibanding periode yang sama pada sebelumnya.
Turunnya laba bersih PNM pada 2025 menyeret pelemahan pada laba per saham atau earnings per share perusahaan menjadi Rp298,169 dari yang sebelumnya menyentuh Rp392,105.
Adapun menariknya, PNM berhasil mencatatkan pertumbuhan total aset sebesar 3% pada 2025 menjadi Rp57,01 triliun dari setahun sebelumnya Rp55,36 triliun. Ekuitas PNM juga bertumbuh positif menjadi Rp11,66 triliun, dengan total liabilitas yang tercatat Rp45,34 triliun.
Turut jadi perhatian, berlandaskan pada prinsip tata kelola perusahaan yang berfokus pada pembiayaan, hingga menghadirkan dampak positif pemberdayaan Ultra Mikro dan Mikro, PNM berhasil menggelontorkan pinjaman yang diberikan mencapai Rp44,74 triliun bagi para pengusaha di seluruh Indonesia.
Pos pinjaman yang diberikan tersebut tumbuh 2,64% yoy di tengah ketidakpastian global dan isu pelemahan daya beli masyarakat.
(fad)


























