Logo Bloomberg Technoz

Damai Timur Tengah: Mata Uang Asia Hijau, ke Mana Arah Rupiah?

Tim Riset Bloomberg Technoz
08 April 2026 08:20

Uang dolar AS dan rupiah ditunjukkan oleh pegawai bank
Uang dolar AS dan rupiah ditunjukkan oleh pegawai bank

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) dibuka stagnan di level Rp17.073/US$ pada hari ini, Rabu (8/4/2026).

Rupiah offshore melemah 0,15% pada penutupan kemarin, melanjutkan depresiasi selama empat hari beruntun. 

Tak lama berselang, setelah terdengar kabar adanya gencatan senjata dan Selat Hormuz dijamin aman oleh Iran setidaknya untuk dua pekan, rupiah merespons dengan penguatan terbatas 0,02% ke Rp17.068/US$. 


Indeks dolar AS juga telah melemah 0,82% setelah pernyataan gencatan senjata itu meski tetap bertengger di level 99,04.

Pasasr merespons gencatan ini dengan positif dengan turunnya harga minyak mentah jenis Brent 13,68% ke US$94,32 per barel. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga ikut merosot hingga 19% dan turun ke level US$94,41 per barel, setelah Presiden Donald Trump setuju untuk menangguhkan pengeboman terhadap Iran