Logo Bloomberg Technoz

Gencatan Senjata AS-Iran: Minyak Merosot dan Saham Global Meroket

News
08 April 2026 07:49

Bursa saham Asia. dok: Bloomberg
Bursa saham Asia. dok: Bloomberg

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak dunia mencatat penurunan terdalam dalam hampir enam tahun terakhir, sementara bursa saham melonjak tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Langkah ini memberikan kelegaan bagi pasar global yang sebelumnya terombang-ambing oleh turbulensi konflik Timur Tengah.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) merosot hingga 19% setelah Presiden Donald Trump setuju untuk menangguhkan pengeboman terhadap Iran. Keputusan ini membuka jalan bagi dimulainya kembali aliran minyak melalui Selat Hormuz. Pihak Iran pun mengonfirmasi bahwa jalur pelayaran aman di selat tersebut akan dibuka selama periode gencatan senjata. Pengumuman ini muncul hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu Selasa pukul 20.00 waktu New York yang ditetapkan Trump bagi Iran untuk mencapai kesepakatan.


Indeks acuan saham Asia MSCI melonjak 1,8%, sementara kontrak berjangka (futures) bursa Wall Street naik lebih dari 2%. Para pelaku pasar berspekulasi bahwa penurunan harga minyak akan membantu meredam inflasi dan membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi. Indeks dolar, yang sempat menjadi aset aman (safe haven) selama konflik, turun 0,7%. Sementara itu, pasar obligasi menguat dengan imbal hasil (yield) Treasury 10-tahun turun empat basis poin.

“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social. Ia menambahkan bahwa keputusan ini “bergantung pada persetujuan Republik Islam Iran untuk membuka Selat Hormuz secara LENGKAP, SEGERA, dan AMAN.”

Grafik harga minyak Brent. (Sumber: Bloomberg)