Logo Bloomberg Technoz

Melemah 0,26% & Keluar dari 7.000, IHSG Terburuk di Asia

Muhammad Julian Fadli
07 April 2026 19:05

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona merah. Terlebih pelemahan IHSG menjadi yang paling dalam di Bursa Asia. 

Pada Selasa (7/4/2026), IHSG ditutup di posisi 6.971 pada penutupan perdagangan. Melemah 0,26% dibanding penutupan hari sebelumnya.

Penutupan IHSG Sesi II pada Selasa 7 April 2026 (Bloomberg)

Posisi terendah IHSG hari ini sempat menyentuh 6.942 sedang tertinggi terjadi sesaat 7.022. Volume perdagangan tercatat melibatkan 27,16 miliar saham yang amat didominasi manuver penjualan. Dengan nilai perdagangan mencapai Rp13,48 triliun, dan frekuensi 1,76 juta kali jual–beli.


Saham–saham perindustrian, saham transportasi, dan saham konsumen primer jadi yang terlemah hari ini jatuh 2,63%, 1,35%, dan 0,99%. Disusul oleh saham teknologi yang drop 0,95% dan saham properti melemah 0,82%.

Sejumlah saham melemah dan menjadi top losers di antaranya saham PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) yang amblas 15%, saham PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) jatuh 11%, dan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) drop 10,2%.