Corporate Secretary WIKA, Ngatemin menyampaikan, WIKA terus berupaya meningkatkan kinerja operasi dan melakukan perbaikan struktur permodalan.
“Peningkatan kinerja operasi serta perbaikan struktur permodalan yang dilakukan secara konsisten melalui 8 stream penyehatan menjadi fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan perusahaan," ujarnya, dikutip Minggu (5/4/2026).
Meski margin laba kotor membaik, namun WIKA masih tertekan sejumlah beban yang berasal dari sejumlah utang yang masih dalam tahap restrukturisasi.
Sepanjang 2025, WIKA masih mencatat kerugian Rp9,71 miliar dari sebelumnya Rp2,27 miliar di 2024.
"Kami akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi perusahaan,” jelas Ngatemin.
(red)




























