Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk kembali mencatatkan pencapaian di tingkat internasional melalui raihan sejumlah penghargaan di bidang keberlanjutan. Hingga April 2026, perusahaan konstruksi pelat merah tersebut berhasil meraih tiga penghargaan ESG yang memperkuat posisinya sebagai pelaku utama dalam praktik bisnis berkelanjutan.
Capaian ini menunjukkan konsistensi WIKA dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance ke dalam strategi bisnisnya. Pendekatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kepatuhan, tetapi juga sebagai fondasi dalam menciptakan nilai jangka panjang.
Pada ajang 11th Global Good Governance Awards 2026 yang digelar di Singapura, WIKA berhasil meraih dua penghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut meliputi 3G ESG Championship Award kategori Indonesia serta 3G Excellence Award for the Advocacy and Promotion of Sustainability.
Pengakuan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengimplementasikan tata kelola yang baik serta mendorong praktik keberlanjutan secara konsisten. WIKA dinilai mampu mengintegrasikan prinsip ESG dalam operasional dan strategi perusahaan.
Selain itu, WIKA juga meraih penghargaan Trusted Diamond Achievement in Emission Transparency. Penghargaan ini diberikan dalam ajang The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi emisi. WIKA juga dinilai aktif dalam mendorong praktik pengurangan emisi yang berkelanjutan.
Capaian ini tidak terlepas dari strategi perusahaan dalam memperkuat implementasi ESG secara menyeluruh. WIKA menjadikan keberlanjutan sebagai bagian integral dari pengembangan bisnis.
Strategi Dekarbonisasi dan Infrastruktur Hijau
(Dok. WIKA)
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, WIKA telah menetapkan roadmap dekarbonisasi. Perusahaan menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2055.
Langkah ini diwujudkan melalui pengembangan portofolio infrastruktur hijau yang berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada efisiensi energi serta pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, strategi ini juga membuka peluang bisnis baru di sektor infrastruktur berkelanjutan.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menegaskan bahwa ESG menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan keunggulan kompetitif di tengah persaingan industri.
“WIKA menempatkan ESG bukan sekadar kepatuhan, melainkan sebagai strategic competitive advantage dalam memenangkan pasar dan menciptakan nilai jangka panjang. Integrasi ESG memungkinkan kami meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola, serta membuka peluang bisnis baru di sektor infrastruktur berkelanjutan.”
Menurutnya, integrasi ESG tidak hanya berdampak pada kinerja internal perusahaan. Lebih dari itu, pendekatan ini juga memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan berkelanjutan secara luas.
Dengan semakin meningkatnya perhatian global terhadap isu lingkungan dan tata kelola, perusahaan yang mampu mengadopsi prinsip ESG akan memiliki posisi yang lebih kuat. Hal ini menjadi peluang bagi WIKA untuk terus berkembang di pasar global.
WIKA juga terus memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.
Selain itu, perusahaan juga berupaya meningkatkan kontribusi sosial melalui berbagai program yang berdampak langsung pada masyarakat. Pendekatan ini mencerminkan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Ke depan, WIKA berkomitmen untuk terus memperluas implementasi ESG dalam seluruh lini bisnis. Strategi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
Dengan raihan penghargaan internasional ini, WIKA semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada keberlanjutan. Hal ini menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan industri di masa depan.