RI Naikkan Target Defisit APBN Jadi 2,9%, Melebar dari Asumsi
Mis Fransiska Dewi
01 April 2026 20:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan menyentuh 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini dilakukan imbas kenaikan harga minyak dunia yang memengaruhi keuangan negara.
Meski begitu Purbaya memastikan bahwa angka tersebut tidak akan melebihi realisasi defisit APBN 2025 yang sebesar 2,92% PDB. Dia menyebut hal itu terjadi ketika rerata harga minyak mencapai US$100/barel sepanjang tahun. Dengan demikian, angka ini meningkat sebesar 0,22% dari defisit yang telah disepakati bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebesar 2,68%.
“Jadi sekarang pun dengan [defisit] 2,9% saya nggak pesimis, kalau dari 2,68% ke 2,9% kan, 0,22% kan, nggak besar-besar amat,” ungkap Purbaya ditemui di Wisma Danantara, Rabu (1/4/2026).
Dia menambahkan, ruang fiskal APBN masih cukup longgar karena masih ada pendapatan lain yang dapat menekan defisit di bawah 3%. “Jadi biasanya anggaran kita memang seperti itu, kita bisa membuat langkah-langkah baru yang menekan atau meningkatkan pendapatan kita,” ucap Purbaya.
Bendahara Negara ini menambahkan, nantinya sumber dana untuk menambal penambahan defisit tersebut diawali dari penghematan belanja kementerian atau lembaga (K/L) yang dilakukan dengan tiga tahap. Ketika mendesak, Purbaya akan menggunakan Sisa Anggaran Lebih atau SAL.































