Ekonom Sebut Penundaan Royalti SDA Bakal Semakin Tekan APBN
Redaksi
12 May 2026 19:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi mengumumkan penundaan royalti Sumber Daya Alam (SDA). Chief Economist Permata Bank Josua Pardede, menyebut bahwa penundaan royalti sumber daya alam akan langsung menekan sisi pendapatan APBN.
“Karena royalti batubara, penerimaan migas, dan penerimaan sumber daya alam nonmigas merupakan bagian penting dari penerimaan negara bukan pajak,” kata Josua, Selasa (12/5/2026).
Apalagi menurut Josua, penerimaan sumber daya alam mencakup 46% dari total Penerimaan Negara Buka Pajak (PNBP) sehingga penundaan pembayaran royalti bukan sekadar masalah administrasi, tetapi dapat mengganggu arus kas APBN, terutama ketika belanja negara sedang tumbuh sangat cepat.
Terlebih, sampai akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5%, tetapi belanja negara sudah mencapai Rp815,0 triliun atau tumbuh 31,4%, sehingga defisit melebar menjadi Rp240,1 triliun atau 0,93% PDB.
“Artinya, selama penundaan royalti bersifat sementara dan tetap tertagih, dampaknya masih bisa dikelola melalui pengaturan kas dan pembiayaan. Namun, bila penundaan berubah menjadi pembebasan, pengurangan, atau keterlambatan yang berulang, maka tekanan fiskalnya akan lebih serius karena APBN kehilangan salah satu sumber penerimaan yang relatif cepat masuk kas negara,” kata Yosua.





























