Logo Bloomberg Technoz

Begini Ramalan Inflasi Saat Ramadan-Idul Fitri

Hidayat Setiaji
31 March 2026 13:28

Warga berswafoto saat momen lebaran di jalan Manggarai Utara 2, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga berswafoto saat momen lebaran di jalan Manggarai Utara 2, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi nasional periode Maret pada esok hari, Rabu (1/4/2026). Data ini menjadi menarik karena menggambarkan konsumsi rumah tangga selama periode Ramadan-Idul Fitri.

Berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg hingga Selasa (31/3/2026) siang dengan melibatkan 14 ekonom/analis, median proyeksi untuk inflasi Maret adalah 0,56% secara bulanan (month-to-month/mtm). 

Jika terwujud, maka akan lebih lambat ketimbang inflasi Februari yang sebesar 0,68% mtm.


Faisal Rachman, Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), menilai inflasi Maret masih relatif tinggi meski terjadi perlambatan. Proyeksi pasar masih di atas rata-rata inflasi sejak 2005 yaitu 0,42% mtm.

“Inflasi terutama didorong oleh peningkatan permintaan saat musim Ramadan-Idul Fitri. Terutama di kelompok makanan, transportasi, rekreasi, dan hiburan,” sebut Faisal.