Inflasi Maret 2026 Tembus 3,48% secara Tahunan, Ini Penyebabnya
Mis Fransiska Dewi
01 April 2026 12:29

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Maret 2026 tercatat 3,48% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Artinya, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 110,95 pada Maret 2026.
Angka inflasi tahunan ini sedikit lebih rendah dibanding proyeksi konsensus para ekonom yang memperkirakan inflasi tahunan akan mencapai 3,64%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 7,24%. Ini memberi andil inflasi 1,08%.
"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah tarif listrik," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).
Kelompok pengeluaran lain yang mengalami inflasi cukup tinggi ialah pada perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni sebesar 15,32% dan memberi andil 1,02%, terutama pada komoditas emas perhiasan.































